![]() |
| image: deviantart.com |
Pukul 19.03 WIB. Mataku tertuju
pada layar handphone-ku. Gelap.
Ia benar tak lagi menghubungi.
Ah, harusnya aku tahu diri. Tiga bulan saling bertukar cerita, aku bahkan tak
pernah tahu namanya. Tak tahu apa pun tentangnya.
Tiga bulan lalu...
Sekitar pukul 19.00 WIB, telepon genggamku berdering. “Hallo,” suara yang tak kukenal menyapa. “Ayu, yah?” Dengan ragu, aku menjawab, “Iya, ini siapa?” Tanpa menghiraukan pertanyaanku, ia langsung menanyakan kabar. Masih berusaha bersopan-santun, aku menjawab dan kembali bertanya, “Ini siapa, yah?” Ia kembali bertanya hal lain tanpa menghiraukan pertanyaanku. Aku mulai kesal dan sekali lagi bertanya hal yang sama. Dia hanya menjawab, “Aku akan kasih tahu jika saatnya tiba.”
Tiga bulan berlalu, dengan
setiap malam kami saling bertukar suara, cerita, dan rasa. Aneh, selama tiga
bulan aku tak lagi peduli siapa dia, tak lagi bertanya “Kamu siapa?” Aku hanya
merasa: dia temanku. Dia dekat denganku. Hanya itu.
Tibalah saatnya rasa tak-peduliku terusik. Aku kembali bertanya, “Kamu siapa sebenarnya?” Dia hanya menjawab,
“Maaf, aku gak bisa kasih tahu. Sekali lagi maaf,
aku gak bisa hubungi kamu lagi. Take
care, yah...”
Dibuat saat pelatihan blogger,
Jakarta, 1 - 4 Desember 2013









2 comment(s):
Nice, pantes ga mau di bacakan pada waktu itu...
bagus alurnya. siiip kak ;)
Makasih apresiasinya :)
Posting Komentar