rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites
Tampilkan postingan dengan label The Thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Thoughts. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Dua Ribu Tiga Belas: Thank You

deviantart.com
Telah berlalu masa tahun 2013. Saat ulang tahunku Desember lalu, beberapa teman bertanya, "Kamu inginkan apa untuk hadiah?" Aku hanya menjawab, "Tidak ada". Tahun (2013) ini aku mendapat begitu banyak hal yang tak bisa kunilai dengan peser uang atau benda. Itu semua cukup, lebih dari cukup. Yang terpikir (dan terucapa dalam hati) hanya satu: terima kasih.


Diantara semua berkah yang kudapat (yang tentunya tak terhitung jari, helai rambut, dan bulu kuduk), berikut lima hal/peristiwa (yang menurutku) besar selama tahun 2013.
 

Pertama
Melepas "si kembar", kista berukuran lima-koma-sekian yang bersarang di kedua ovariumku. Laparoskopi di awal 2013 berjalan lancar dan (lagi-lagi) syukurnya biaya empat-puluh-sekian juta dapat ditanggung tanpa harus melepas ginjal (juga).

Kedua
Menyelesaikan studi S1 Psikologi dan wisuda. Setelah 4,5 tahun menjabat sebagai mahasiswa psikologi, akhirnya resmi naik pangkat menjadi sarjana psikologi. Pasca opersi kista, kuhadiahi orangtua undangan wisuda. Di hari H wisuda, kusuguhkan mereka dengan aku mengenakan kebaya, wedges (pinjeman), dan make up (yang semalaman aku berlatih sembari menangis memakainya). Syukur tampilanku dapat dikatakan lumayan, cantik menurut orang-orang. (Dan) Syukurnya (lagi), mataku tidak buta karena saat berlatih make-up kecolok eyeliner & maskara berkali-kali.

 

Ketiga
Tak lama lulus, mendapat kesempatan berkegiatan di Yayasan Pulih sebagai Koordinator Relawan. Satu semester, tak hanya pembelajaran dan pengalaman, kenalan dan sahabat pun kuperoleh di sana. Terima kasih kepada penguji skripsiku yang memberiku kesempatan mengecap pembelajaran di Yayasan Pulih. Terima kasih Yayasan Pulih beserta orang-orang (dan yang pernah) di dalamnya.

 

Keempat
Kembali berkontribusi sebagai konselor. Memperoleh berbagai kesempatan untuk tetap belajar dan terus belajar (walau sudah tak bertitel siswa atau mahasiswa), baik melalui internship maupun pelatihan. Mendalami isu gender, seksualitas dan keberagaman manusia, serta aktif bergerak di bidang-bidang tersebut. Memperoleh pembelajaran, pengalaman berharga, kenalan, teman, sahabat, bahkan keluarga (walau tak sekandung). Terima kasih Kakak-kakak dan teman-teman atas penerimaan dan segala pembelajarannya, terima kasih hingga kini dan nanti.

 

Kelima
Berkesempatan untuk (dipaksa dan terpaksa) berani, berdiri dihadapan orang (cukup banyak), dan berbicara, baik sebagai presentan ataupun fasilitator. Senang sekali mendapat kesempatan itu. Dipaksa dan terpaksa memang yang kubutuhkan untuk benar bisa belajar melakukannya. Terimakasih dan semoga tidak bosan memaksakannya, sepertinya aku memang masih membutuhkan itu.

 


Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, selain kelima hal/peristiwa di atas, masih banyak sekali berkah yang aku rasa dan aku dapatkan pada tahun yang baru saja berlalu. Berkah yang hanya bisa kubalas dengan sederhana, dengan mengucap:  

"Terima Kasih"
(untuk Tuhan dan orang-orang tercinta di sekitarku)

Senin, 02 Desember 2013

Rape is NOT a Joke!

Google Images
"Rape is not a joke!"


Begitu yang tertulis dalam timeline seorang kawan facebook-ku sore tadi. Bukan pertama kalinya kata-kata itu kulihat di media sosial. Bukan juga sekedar kedua atau ketiga kalinya. Tapi sering. Ya, sering. Aku pun tergerak untuk berkomentar.

"Totally agree! Padahal menjadikan isu perkosaan sebagai bahan candaan bisa berpengaruh juga lho pada sikap orang terhadap pelaku, korban, dan perkosaan itu sendiri. Menjadikan isu ini sebagai bahan candaan cuma akan mengurangi sensitivitas mereka dan orang lain. Perkosaan jadi sulit dipandang sebagai sesuatu yang penting dan serius.
Miris, melihat masih ada orang yang segitu gak sensitifnya terhadap isu ini. Padahal kejahatan kemanusiaan ini, bahkan di Indonesia, angka kasusnya sudah sangat memprihatinkan."


Tak lama setelah menulis komentar, aku teringat posting-an lain. Beberapa waktu yang lalu, di timeline seseorang yang berbeda aku membaca status curhat mengenai sebuah kuliah hukum. Dalam timeline itu dikatakan bahwa saat membahas kasus perkosaan, sejumlah mahasiswa tertawa-tawa dan menjadikannya bahan candaan. Hufffttt... Miris. Banget! 


Ditulis saat pelatihan blogger
Jakarta, 1 - 4 Desember 2013