rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Selasa, 03 Desember 2013

The Bunny, The Me...



My Own Pic.
Kelinci. Simbol yang kupakai sejak sekitar tahun 2009. Bukan, simbol ini sebenarnya bukan berasal dariku sendiri. Awalnya, seorang kawan menyematkan simbol itu padaku. Why? Hanya karena suatu hari aku membeli sebuah puppet (boneka tangan) berbentuk kelinci warna pink. Ia tahu aku tidak suka warna pink, dan selama ini pun aku tak suka boneka. Namun, saat aku menemukan boneka tangan itu, entah kenapa aku merasa “jatuh cinta”. Dari dalam etalase toko, mata kelinci itu seakan memintaku untuk membawanya pulang. Dan... ya, aku pun benar membeli dan membawanya pulang. Sejak itulah kawanku menyebutku kelinci.


Terlepas dari itu, aku pun merasa simbol kelinci cukup sesuai denganku. Telinga kelinci yang panjang menggambarkan sifatku yang suka mendengar, mendengar musik maupun cerita dan pengalaman orang lain. Ya, itu ciri yang paling lekat denganku. Orang lain pun mengakui bahwa aku adalah pendengar yang cukup baik. Mungkin karena itu juga Tuhan menggiring takdirku menjadi seorang konselor. Mungkin.



Dibuat saat pelatihan blogger,
Jakarta, 1 - 4 Desember 2013 

0 comment(s):

Posting Komentar