![]() |
| deviantart.com |
Diantara semua berkah yang kudapat (yang tentunya tak terhitung jari, helai rambut, dan bulu kuduk), berikut lima hal/peristiwa (yang menurutku) besar selama tahun 2013.
Pertama
Melepas "si kembar", kista berukuran lima-koma-sekian yang bersarang di kedua ovariumku. Laparoskopi di awal 2013 berjalan lancar dan (lagi-lagi) syukurnya biaya empat-puluh-sekian juta dapat ditanggung tanpa harus melepas ginjal (juga).
Kedua
Menyelesaikan studi S1 Psikologi dan wisuda. Setelah 4,5 tahun menjabat sebagai mahasiswa psikologi, akhirnya resmi naik pangkat menjadi sarjana psikologi. Pasca opersi kista, kuhadiahi orangtua undangan wisuda. Di hari H wisuda, kusuguhkan mereka dengan aku mengenakan kebaya, wedges (pinjeman), dan make up (yang semalaman aku berlatih sembari menangis memakainya). Syukur tampilanku dapat dikatakan lumayan, cantik menurut orang-orang. (Dan) Syukurnya (lagi), mataku tidak buta karena saat berlatih make-up kecolok eyeliner & maskara berkali-kali.
Ketiga
Tak lama lulus, mendapat kesempatan berkegiatan di Yayasan Pulih sebagai Koordinator Relawan. Satu semester, tak hanya pembelajaran dan pengalaman, kenalan dan sahabat pun kuperoleh di sana. Terima kasih kepada penguji skripsiku yang memberiku kesempatan mengecap pembelajaran di Yayasan Pulih. Terima kasih Yayasan Pulih beserta orang-orang (dan yang pernah) di dalamnya.
Keempat
Kembali berkontribusi sebagai konselor. Memperoleh berbagai kesempatan untuk tetap belajar dan terus belajar (walau sudah tak bertitel siswa atau mahasiswa), baik melalui internship maupun pelatihan. Mendalami isu gender, seksualitas dan keberagaman manusia, serta aktif bergerak di bidang-bidang tersebut. Memperoleh pembelajaran, pengalaman berharga, kenalan, teman, sahabat, bahkan keluarga (walau tak sekandung). Terima kasih Kakak-kakak dan teman-teman atas penerimaan dan segala pembelajarannya, terima kasih hingga kini dan nanti.
Kelima
Berkesempatan untuk (dipaksa dan terpaksa) berani, berdiri dihadapan orang (cukup banyak), dan berbicara, baik sebagai presentan ataupun fasilitator. Senang sekali mendapat kesempatan itu. Dipaksa dan terpaksa memang yang kubutuhkan untuk benar bisa belajar melakukannya. Terimakasih dan semoga tidak bosan memaksakannya, sepertinya aku memang masih membutuhkan itu.
Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, selain kelima hal/peristiwa di atas, masih banyak sekali berkah yang aku rasa dan aku dapatkan pada tahun yang baru saja berlalu. Berkah yang hanya bisa kubalas dengan sederhana, dengan mengucap:
"Terima Kasih"
(untuk Tuhan dan orang-orang tercinta di
sekitarku)









